Ciri Lelaki Soleh

Menikah dengan lelaki soleh hukumnya wajib bagi yang yang ingin memudahkan langkah kakinya dalam mendapatkan surganya Allah, wajib bagi yang ingin mendapatkan keturunan yang soleh dan solehah, wajib bagi yang ingin hidup bahagia di dunia maupun akhirat. Yang dimaksud soleh di sini adalah soleh versi Allah dan Rasulnya, bukan soleh versi yang lainnya, karena yang namanya soleh adalah apa yang Allah dan RasulNya bilang itu soleh, bukan versi penilaian manusia. Jadi jangan kena tipu dengan jubah menyapu lantai, surban 2 kali tebal kepala, tasbih segede bola pimpong, semua itu bukan tolak ukur soleh atau tidaknya seseorang. Banyak seorang yang penampilannya terlihat biasa, tidak terlihat bahwa ia orang soleh, tapi masyaAllah saat kita berbicara dengannya, tidaklah keluar dari mulutnya melainkan Qur’an dan hadits, sebaliknya banyak orang yang penampilannya masyaAllah namun hakikatnya fasik.

Bermanhaj, Aqidah Salaf

Ini tolak ukur wajib, dalam menilai soleh tidaknya seseorang, mengapa? Karena yang dimaksud “salaf” adalah Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, tidak perlu dijelaskan panjang lebar karena sangat banyak ayat Qur’an dan hadits shahih yang menyatakan wajibnya bermanhaj salaf, yaitu mengikuti Rasululah ﷺ dan para sahabatnya, dan haram hukumnya menyelesihinya. Cukuplah nasehat Rasulullah ﷺ kepadanya putrinya Fathimah rodhiyallahu ‘anha :

فاتقي الله واصبري فإنه نعم السلف أنا لك

Bertaqwallah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya sebaik-baik salaf bagimu adalah aku” HR. Muslim

Duduk di Majelis Ilmu

Salah satu tanda bahwa seorang itu benar bermannhaj salaf adalah dengan istiqomahnya dia duduk dalam majelis ilmu, banyak orang yang ngaku salafi, namun gak mau duduk di majelis ilmu, merasa cukup dengan ngaku bermanhaj salaf, yang namanya salafi adalah dengan hakikat, bukan dengan ngaku-ngaku. Banyak tuh orang yang ngaku salafi, namun dengan mudahnya berduaan dengan wanita, hobie selfie, bahkan terkadang celananya sudah dibawah mata kaki, tiap hari main game online, sungguh lelaki seperti ini lebih buruk daripada orang yang belum kenal dakwah salaf. Syaikh bin Baz rahimahullah berkata dalam fatawa beliau “Siapa yang tidak mau datang ke majelis ilmu, maka dia adalah orang yang terlantar yang Allah tidak menginginkan kebaikan baginya” Imam Syafi’i rahimahullah berkata “Barangsiapa tidak mencintai ilmu (tidak datang ke majelis ilmu) maka tidak ada kebaikan baginya, maka jangan berkenalan dan bersahabat dengannya” beliau melarang berkenalan, bersahabat dengan seorang yang menjauhi majelis ilmu, lalu bagaimana dengan dijadikan suami?

Bahasa Arab

Ini salah satu tanda bahwa seseorang ikhlas dalam duduk di majelis ilmu, karena ada seseorang yang duduk di majelis ilmu tujuannya bukan untuk Allah dan RasulNya, tapi untuk cari jodoh, untuk liatin akhwat bercadar. Maka lihatlah lelaki soleh itu di majelis bahasa arab, karena dengan bahasa arab kita bisa melihat kesungguhannya dalam mempelajari Qur’an dan hadits Nabi ﷺ yang tidak mungkin dipahami tanpa bahasa arab, bahkan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah pernah berkata “tanda dari keimanan orang non arab adalah dengan kecintaannya pada bahasa arab” Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan “wajib hukumnya mempelajari bahasa arab bagi setiap muslim” Beliau juga berkata “Manusia tidak menjadi bodoh dan berselisih kecuali karena meninggalkan bahasa arab, dan lebih mengutamakan konsep aristoteles.” Kalau suami jago bahasa arab kan, gak perlu jauh-jauh belajar basaha arabnya, tinggal ngomong ke suami “ajarin donk bang” kan romantis belajar bahasa bahasa arab bareng, eyyah…

Banyak orang yang ngaku cinta kepada Allah, namun firman Allah dia gak tahu artinya, gak mau belajar, bahkan gak mau tahu. Banyak orang yang ngaku cinta Rasulullah, namun gak tahu bahasa Rasululllah, gak mau belajar, bahkan gak mau tahu. Inikah bentuk cintanya sama Nabi ﷺ? Bahasa inggris jago, namun bahasa arab gak mau belajar? Cukuplah hadits berikut sebagi renungan :

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻲ ﻳﺒﻐﺾ ﻛﻞ ﻋﺎﻟﻢ بالدﻧﻴﺎ ﺟﺎﻫﻞ ﺑﺎﻻﺧﺮﺓ

Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang pandai masalah dunia, namu bodoh masalah akhirat” HR. Al-Hakim dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Syaikh al-Albani Rahimahullah.

Kalau 3 ciri di atas ada pada seorang lelaki, inyaAllah tidak perlu dikhawatirkan masalah musik, rokok, pacaran, gak pernah sholat subuh, sering terlambat sholat, jelalatan, ke mesjid cuma pas mau dekat ramadhan, kecanduan game, pasti gak ada dalam diri lelaki tersebut. Abu Jauza pernah ngetweet dengan perkataan yang indah “Menikahlah dengan seorang lelaki yang bisa membuatmu tambah dekat kepada Allah, mendekat kesurgaNya, menjauh dari nerakaNya, serta diharapkan darinya ilmu, adab, dan kebaikan dunia ataupun akhirat.” Ketahuilah bahwa kita sekarang hidup dimana semakin banyak manusia memakai jubah, namun semakin berkurang orang yang beriman.. Seorang fuqaha berkata “ketahuilah bahwa seorang wanita tidak akan tenang, tidak akan tentram, tidak akan bahagia kecuali dengan lelaki yang soleh.”

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s