Benarkah Hormat Bendera Haram?

Imam Abu Hanifah rahimahullah pernah tidak makan kambing beberapa bulan, bahkan sampai beberapa tahun karena, tetangganya kehilangan kambing, mengapa? Karena beliau tidak ingin kambing yang ia makan, atau yang ia beli adalah daging dari kambing tetangganya yang hilang. Itulah sifat kehati-hatian orang-orang soleh terdahulu, mereka langsung menjauh, bahkan berlari dari kemungkinan terjatuhnya dalam dosa. Tidak orang yang seperti ini Allah akan mengangkat derajatnya di Dunia terlebih-lebih di akhirat kelak. Berikut beberapa fatwa ulama tentang hormat bendera :

وقد سئل اللجنة الدائمة للإفتاء : هل يجوز الوقوف تعظيما لأي سلام وطني أو علم وطني؟
فأجابوا : لا يجوز للمسلم القيام إعظاما لأي علم وطني أو سلام وطني

بل هو من البدع المنكرة التي تكن في عهد رسول الله صلى عليه وسلم، ولا في عهد خلفائه الراشدين رضي الله عنهم، وهي منافية لكمال التوحيد الواجب و إخلاص التعظيم الله وحده، وذريعة إلى الشرك، وفيها مشابهة للكفار وتقليد لهم في عاداتهم القبيحة و مجاراة لهم في غلوهم في رؤسائهم و مراسيمهم، وقد نهى النبي صلى الله عليه سلم عن مشابهتهم أو التشبه بهم.

و بالله التوفيق. و صلى الله على نبينا محمد، وآله و صحبه وسلم.

فتاوى اللجنة الدائمة (1/235)

الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز، الشيخ عبد الرزاق عفيفي، الشيخ عبد الله بن غديان، الشيخ عبد الله بن قعود.

Para ulama yang duduk di Lajmah Daimah ditanya :

Apakah diperbolehkan berdiri dalam rangka mengangungkan lagu kebangsaan atau mengangungkan bendera nasional?

Jawaban :

Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk berdiri dalam rangka mengangungkan bendera nasional maupun lagu kebangsaan dengan beberapa alasan :

  • Itu adalah bid’ah yang mungkar, tidak ada di zaman Nabi ﷺ tidak pula di masa khulafaur rasyidin.
  • Bertolak belakang dengan kesempurnaan tauhid yang hukumnya wajib yaitu memurnikan keagungan hanya kepada Allah.
  • Perbuatan tersebut adalah sarana menuju kesyirikan.
  • Didalamnya terdapat unsur menyerupai orang kafir dan mengekor mereka dalam tradisi mereka yang buruk serta sejalan dengan mereka dalam sikap over mereka terhadap pemimpin dan simbol-simbol mereka, padahal Nabi ﷺ melarang menyerupai orang kafir baik sengaja maupun tidak.

Fatwa Lajmah Daimah jilid 1 halaman 236. Oleh Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, Syaikh Abdurrozaq Afifi, Syaikh Abdullah bin Ghodayan, dan Syaikh Abdullah bin Qoud.

Syaikh Ibnu Jibrin rahimahullah pernah ditanya, apakah hukum hukum meletakkan tangan di kepala dalam rangka menghormati bendera sebagaimana yang dilakukan di sebagian sekolah?

Beliau Syaikh Ibnu Jibrin rahimahullah menjawab, “Perbuatan tersebut adalah bid’ah, karena penghormatan kaum muslimin adalah dengan ucapan salam. Jika yang dimaksud dari hormat bendera adalah sebuah bendera yang sedang berkibar maka ini haram karena bendera adalah benda mati dan terdapat pengagungan dalam penghormatan tersebut. Pengangungan tidak boleh untuk makhluk hidup, lalu bagaimana dengan benda mati yang tidak bisa memberi manfaat, tidak pula bisa mendengar. Jika penghormatan tersebut adalah ekspresi dari pengagungan atas benda mati maka hal itu termasuk kemusyrikan“. Untuk lengkapnya, lihat di buku Fatawa Syaikh Jibrin.

Syaikh Abdullah bin Fauzan Hafidzahullah “Jika yang dimaksud hormat bendera adalah berdiri dalam rangka memuliakan atau mengagungkan bendera, inilah yang diharamkan oleh Lajmah Daimah“. Untuk lengkapnya lihat di sini.

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i Rahimahullah ditanya tentang hormat bendera?

Beliau menjawab, “Hormat bendera adalah salah satu kemungkaran dari berbagai kemungkaran yang ada. Wajib atas para pejabat untuk merubahnya. Wajib pula atas penuntut ilmu untuk mengingkarinya dan memperingatkan darinya. Karena itu bentuk penghormatan, sementara penghormatan hanya untuk Allah. Aku nasehatkan juga kepada saudara kaum muslimin agar tidak masuk ke dalam lembaga yang di dalamnya membuat anda tidak bisa tidak untuk hormat bendera“. Lengkapnya dengar rekaman Syaikh Muqbil di sini.

Rasulullah ﷺ bersabda :

إن العلماء ورثة لأنبياء، إن لأنبياء لم يورثوا دينارا و لا درهما إنما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر

Sesungguhnya ulama pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewarisi dinar atau dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambil warisan tersebut maka ia mengambil keberuntungan yang banyak” Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, Abu Daud, Ibnu Majah (dishahihkan Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Syaikh Albani)

Rasulullah ﷺ bersabda :

فمن اتقى الشبهات استبر أ لدينه و عرضه

Barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara yang meragukan, maka ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya

Dalam hadits yang sama :

ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام

Barangsiapa yang terjatuh dalam perkara syubhat, maka ia telah terjatuh pada perkara yang haram” Muttafaq Alaih dari sahabat Nu’man bin Basyir rodhiyallahu anhu.

Hormat bendera minimal akan mengurangi derajat seseorang di surga, bila kita lihat secara dzohir memang gak ada bedanya antara orang yang sedang hormat bendera dengan nyembah patung, sama-sama menghormati, tunduk kepada benda mati, Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan “Hormat bendera merusak kesempurnaan tauhid. Sebab mengangungkan seperti ini seperti mengagungkan berhala“. (Asilah al-Albaniyah 1/2) rekaman bisa di lihat di sini bagian hampir terakhir.

Sekedar permisalan, ada gunung berapi yang sedang dalam status awas, ada khilaf di antara BPBN, ada yang bilang status aman jarak 20 km di pihak lain mengatakan 30 km, orang cerdas tentu dia akan mengambil pendapat yang 30 km, bahkan lebih jauh. Hanya orang bodoh yang mengambil pendapat 20 km, kalau pendapat yang mengatakan 20 km itu salah, maka terpangganglah ia sampai gosong dengan lahar gunung berapi tersebut.

Sekedar tambahan, ulama yang berfatwa di atas adalah ulama ahlus-sunnah yang di akui keilmuannya, Syaikh bin Baz, Syaikh Albani, Syaikh Muqbil, Syaikh Sholeh Al-Fauzan, Syaikh Jibrin, dan semisal dengan mereka di dalam Lajnah Daimah, dan semisal mereka ulama-ulama Yaman, jadi pendapat ini adalah pendapat yang kuat, bisa dikatakan pendapat jumhur. Ustadz Abu Utsman hafidzahulah murid Syaikh Abdurahman al-Adeni, Syaikh Abdurahman Mar’i, Syaikh Wahhab al-Wushobi dan banyak lainnya, saat kajian mengenai tauhid ditanya tentang hormat bendera, beliau hafidzahullah mengatakan “termasuk syirik ashghar”

والله أعلم بالصواب

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s