Majelis Dzikir, Sesuai Sunnah?

Imam Abdurrahman Nashir As-Sa’di rahimahullah pernah berkata, “kebenaran itu di atas segalanya dan wajib diterima” itu artinya jangan melihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikan kalau sesuai dengan kitabullah dan sunnah Nabi ﷺ maka ambillah nasehat tersebut. Allah berfirman :

اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسمام دينا

Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmatKu padamu, dan telah Ku ridhoi Islam sebagai agamamu” Al-Maidah 3

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih :

تركتكم على البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها بعضي إلا هالك

Saya tinggalkan pada kalian agama yang putih bersih malamnya bagaikan siangnya, tiada yang menyimpang darinya setelahku melainkan ia akan binasa” HR. Ahmad dari Sahabat Irbadh bin Sariyah rodhiyallahu ‘anhu.

Dua dalil di atas menjelaskan bahwa yang nama Islam telah sempurna, tidak perlu ditambah ataupun dikurangi, barangsiapa beriman kepada Allah dan RasulNya wajib baginya untuk meyakini bahwa Islam telah sempurna. Allah berfirman :

فماذا بعد الحق إلا الضلال

Maka tidak ada susudah kebenaran itu, melainkan kesesatan” Yunus 32

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang shahih :

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Barangsiapa mengamalkan amalan yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak” HR. Muslim dari Sahabiat Aisyah rodhiyallah ‘anha

فإن خير الحديث كتاب الله و خير الهدى هدى محمد وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة

Sesungguhnya sebaik baik perkara adalah kitabullah dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad sejelek-jelek perkara adalah perkara agama yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan itu bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan” HR Muslim dari Sahabat Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu.

وكل ضلالة في النار

Dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” An-Nasa’i dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu.

Jelaslah dalil-dalil di atas bahwa kita mesti merasa cukup dengan apa yang membuat para sahabat cukup. Yang namanya dzikir adalah apa yang Allah dan Rasulnya bilang itu dzikir, bukan lafadz dzikir yang gak tahu dari mana asalnya, lafadz dzikir yang sudah ditambah-tambah, dzikir yang tidak pernah terucap dari bibir Rasulullah ﷺ, dzikir dengan alat musik, dzikir dengan berjamaah, dzikir dengan suara yang keras, dzikir dengan bercampur baur lelaki perempuan.

Apakah ada para sahabat, tabiin, ataupun para ulama yang melakukan dzikir seperti itu? Gak ada, kenapa? Ya karena memang yang mereka amalkan tidak pernah diperintahakan oleh Allah dan RasulNya. Kalau mau masuk surga contoh orang yang telah dijamin masuk surga!

Hati hati wahai saudaraku dengan lafadz dzikir yang gak ada asalnya, atau lafafz dzikir yang sudah ditambah-tambah, karena itu gak lebih dari seorang yang sedang korokean, pahala gak dapet, dosa mengalir. Kita harus kritis dalam masalah agama, harus bisa bedakan mana dzikir mana baca mantra?

Benar Allah berfirman “dzikirlah kalian dengan dzikir yang banyak” tapi dzikir yang bagaimana? Caranya yang bagaimana, lafadznya bagaimana? Itu harus sesuai sunnah, jangan tertipu dengan orang yang menggunakan dalil umum untuk melancarkan bid’ah mereka, surah Al-Fatihah misalnya surah yang mulia, ya kita membacanya di tempat yang kita disuruh untuk membacanya, yaitu di setiap rekaat sholat, lalu bagaimana bila membacanya dalam sujud? Imam Syafi’i mengatakan, sholatnya batal. Contoh lain firman Allah dalam Al-Baqarah 43 وأقيموا الصلاة “dirikanlah sholat” apakah dengan dalil umum tersebut kita boleh, sholat sambil bergelantungan di pohon? sholat pakai rebana? sholat sambil teriak-teriak? Sholat bareng pacar? Kalau kita ikut pola pikir mereka, maka itu boleh. Kita harus cerdas dalam beragama, jangan tertipu dengan mereka yang menggunakan dalil umum, untuk melancarkan bid’ah mereka.

Menempatkan sesuatu pada tempatnya itu penting, kalau mau berwudhu ya contoh cara Rasulullah ﷺ berwudhu, bukan wudhu cuci kemaluan 3x, cuci dubur 3x, ada seorang yang membeli saus tomat, pulang rumah cebok pakai saus tomat? Jelas nyeleneh. Begitu pula masalah agama, yang namanya dalil harus ditempatkan pada tempatnya dan harus sesuai sunnah. Walaupun niat baik karena Allah, tapi kalau menyelisihi Rasulullah ﷺ maka amalan tersebut tertolak. Niat baik karena Allah, sholat subuh 3 rekaat? Apakah sholat subuhnya diterima? Jelas tidak.

Seorang yang berinisiatif ngecat mobilnya bupati dengan warna pink, padahal bupatinya tidak menyuruhnya, terus dia minta bayar ke bupati karena sudah ngecat mobilnya? Apakah orang tersebut mendapat bayaran? Jelas tidak, bahkan orang tersebut nginap di penjara. Seperti itu juga masalah agama Allah dan Rasulnya tidak memerintahkan, terus antum sok ngamalin amalan, atau lafadz dzikir yang gak ada contohnya dari Nabi ﷺ, maka antum gak dapat pahala dari Allah, namun Allah akan cemplungin antum ke neraka, karena berani menambah ajaran Islam yang telah sempurna ini.

Dzikir dengan alat musik? Para ulama 4 mazhab sepakat bahwa alat musik itu haram, terus ada yang dzikir pakai alat musik? Pernahkah Rasulullah ﷺ Dzikir pakai alat musik? Pakai rebana? Mengapa gak dzikir di diskotik aja sekalian biar musiknya lebih terasa? Bukankah dalam Al-Qur’an Allah berfirman “jangan mencampur adukkan yang yang haq dan yang bathil” bagaimana mungkin main alat musik sambil dzikir?

Dzikir dengan suara keras? Di zaman Rasulullah ﷺ ada sahabat yang berdzikir dengan suara yang keras, kemudian Rasulullah ﷺ menegurnya dengan bersabda :

يا أيها ااناس، اربعوا على أنفسكم، فإنكم لا تدعون أصم ولا غئبا، إنه معكم، إنه سميع قريب، تبارك اسمه و تعالى جده

Wahai sekalian manusia, lirihkanlah suara kalian karena kalian tidak menyeru sesuatu yang tuli dan ghoib. Sesungguhnya Allah bersama kalian, Allah Maha Mendengar lagi Maha Dekat, Maha Berkah Nama dan Maha Tinggi KemuliaanNya” HR. Bukhori, Muslim dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari rodiyallahu anhu.

Allah berfirman :

ادعوا ربكم تضرعا وخفية إنه لا يحب المعتدين

Berdoalah kepada Robbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas” Al-Araf 55

Allah berfirman :

واذكر ربك في نفسك تضرعا وخيفة ودون الجهر من القول بالغدو ولآصال

Sebutlah nama Robbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dengan rasa takut dan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang” Al-Araf 205

Jelas dalil di atas bahwa dzikir dengan suara yang lembut, tidak dengan menggunakan pengeras suara, dzikir shahih yang dibaca dengan keras hukumnya haram, lalu bagaimana dengan dzikir yang gak jelas asal-usulnya? Jelas lebih haram lagi.

Keluarnya wanita dengan tabaruj, minyak wangi semerbak? Dalam syariat wanita diperintahkan untuk tetap di rumah Allah berfirman :

وقرن في بيوتكن ولا تبرجن تبرج الجاهلية

Dan hendaklah kalian tetap di rumahmu, dan jangan berhias seperti wanita jahiliyah dahulu.” Al-Adzab 33

المرأت عورة، وإنها إذا خرجت من بيتها استشرفها الشيطان، وإنها لاتكون أقرب إلى الله منها في قعر بيتها

Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya, maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat dengan Allah melainkan di dalam rumahnya” Thobrani, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah

Dalam ayat dan hadits di atas jelas wanita dilarang keluar rumah kecuali darurat, dalam syariat Islam wanita lebih afdhol sholat di rumah, ketimbang ke mesjid, bahkan Imam Syafi’i mengatakan haram hukumnya wanita terlalu cantik untuk pergi ke mesjid, adakah sesuatu yang lebih mulia dari sholat, sehingga wanita harus keluar rumah? Gak ada. Lalu apa kata Imam Syafi’i bila melihat majelis dzikir yang dihadiri para wanita yang bahkan berdandan dengan cantiknya, dengan minyak wangi yang semerbak, bercampur baur lelaki dan perempuan? Jelas Imam Syafi’i akan mengharamkanya, bahkan mencelanya.

Apakah di majelis tersebut seorang lelaki bisa menundukkan pandangannya, dengan cantiknya dandanan para wanita? Bukankah Allah memerintahkan dalam Qur’an untuk munundukkan pandangan?

Jelas dalam Qur’an dan Hadits Nabi ﷺ bahwa berdzikir dengan dzikir tidak sesuai sunnah baik lafadznya, caranya, waktunya, mudhorotnya, hukumnya haram, tidak ada pahalanya, tidak ada keridhoan Allah di dalamnya dan wajib untuk meninggalkannya. Berdzikirlah sebagaimana Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya berdzikir, dengan lafadz dzikir, waktu, caranya yang sesuai dengan sunnah. Sungguh dzikir yang sesuai sunnah yang kau baca sekali saja, itu lebih baik daripada ribuan kali berdzikir dengan dzikir yang tidak sesuai sunnah.

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺎﻟﺼﻮﺍﺏ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s