Antara Hijrah dan Salah Jalan

Alhamdulillah..

Banyak para pemuda saat ini yang lagi hijrah, tapi sayang hijrahnya bukan seperti hijrahnya para sahabat dan orang soleh terdahulu, tapi jatuh dalam kesesatan yang dibungkus dengan kebaikan, alias hijrah yang salah jalan. Kalau mau masuk surga ya contoh orang yang telah dijamin masuk surga, kok mala ngikut yang nyeleneh dan gak ada jaminan surga baginya. Orang kalau mau masuk polisi, dia harus nyontoh orang yang telah lulus jadi polisi, bukan nyontoh yang selain itu.

Kalau hijrah ya.. yang serius jangan asal-asalan, perhatikan dari mana engkau ambil agamamu, jangan asal caplok, ambil baiknya buang buruknya, emang kau tahu mana yang baik, mana yang buruk? Ketahuilah yang namanya kebaikan adalah apa yang Allah dan Rasulnya bilang itu kebaikan, bukan katanya habib, kata ustadz saya, kata kiyai saya, kata kebanyakan orang, kata nenek moyang, semua itu bukan dalil, yang namanya dalil adalah Qur’an yang dipahami oleh para sahabat, bukan dipahami oleh pemikiran masing-masing. Yang namanya dalil adalah hadits yang shahih, yang dipahami sebagaimana generasi terbaik saat itu memahaminya.

Jangan kena tipu wahai saudaraku dengan gelar habib, ataupun jubah, surban, tasbih segede bola pimpong, semua itu bukan tolak ukur kebenaran, kalau engkau memang cinta habib, mengapa gak ikut super habib sekalian yaitu Rasulullah ﷺ, gak cukupkah Rasulullah ﷺ sebagai suri tauladanmu?

Banyak para pemuda yang jatuh dalam aliran-aliran semisal jama’ah tabligh, maupun majelis dzikir, berhati-hatilah! kau harus benar-benar mencari tahu hakikat dari dua aliran tersebut, bukankah saat mencari dokter engkau teliti dulu, bagus gak ya dokternya? Saat memilih sekolah-pun, engkau sangat selektif, lalu bagaimana dengan perkara yang menentukan surga atau nerakamu? Tentunya harus lebih selektif lagi.

Lihatlah betapa banyak pemuda hijrah, ngakunya hijrah tapi masih ngerokok, main gitar, nongkrong pinggir jalan cuci mata, ikhtilat, bahkan pacaran, lihatlah akhwat yang memakai cadar tapi fotonya tersebar di media sosial, pegangan tangan dengan pacar syar’inya, semua itu karena mereka salah jalan, tidak hijrah secara hakiki, dan mengikuti aliran-aliran yang gak jelas aqidah, manhaj, aliran-aliran yang gak mengkaji ilmu. Yang namanya hijrah adalah dengan ilmu, bukan dengan kebiasaan. Seorang yang hijrah tanpa ilmu biasanya gak akan bertahan lama, mungkin pas lagi panas-panasnya ba’da khuruj kemesjid, 1-2 bulan gak nongol lagi hidungnya..

Perhatikanlah darimana engkau mengambil agamamu karena Rasulullah ﷺ bersabda di akhir zaman nanti :

دعاة على أبواب جحنم

Akan muncul dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam” [Bukhori, Muslim] Hudzaifah al-Yaman rodhiyallahu ‘anhu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s