Penampilan Terkadang Menipu

Kita hidup dimana banyak yang KW, handphone banyak yang KW, bahkan orang beragama sekarang-pun banyak yang KW, lihatlah betapa banyak orang yang status di media sosial ayat Quran dan Hadits tapi kenyataanya gak pernah sholat ke mesjid. Betapa banyak orang yang berjuba, tasbih segede pimpong, surban, tapi sholatnya cuma maghrib, betapa banyak orang yang dzohirnya terlihat seakan-akan mengikuti sunnah, tapi hakikatnya menyelesihi sunnah. Rasulullah ﷺ berkata :

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺻﻮﺭﻛﻢ ﻭ ﺃﻣﻮﺍﻟﻜﻢ ﻭﻟﻜﻦ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﻗﻠﻮﺑﻜﻢ ﻭ ﺃﻋﻤﺎﻟﻜﻢ

Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tapi Allah melihat hati dan amalan kalian” [Shahih Muslim] Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu.

Banyak para pemuda yang mengaku kami “majelis dzikir” tapi gak pernah dzikir pagi petang, bahkan mulutnya gak lepas dari rokok. Banyak akhwat yang memakai cadar, tapi fotonya bertebaran di media sosial, bahkan pacaran. Banyak pemuda yang pakaianya masyaAllah, tapi hobinya nongkrong pinggir jalan, cuci mata.

Bahkan ada akhwat yang berkata “upload foto sekali gak apa lah” gak sadar ia dalam perkataannya itu, sama saja ia berkata “melanggar Allah dan Rasulnya gak apa lah” seakan akan ia berkata “masuk neraka sebentar gak apa lah” Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata “orang beriman menganggap dosa seperti gunung yang seakan jatuh menimpanya, tetapi orang munafik, fasik menganggap dosa seperti mengibaskan tangan untuk mengusir lalat di wajahnya” orang beriman sangat takut dengan yang namanya dosa dan berusaha menjauhinya, tetapi orang fasiq, munafik menganggap remeh dosa-dosa.

Rasulullah ﷺ berkata :

إن أدنى أهل النار عذابا ينتعل بنعلين من نار يغلي دماغه من حرارة نعليه

Sungguh, penduduk neraka yg paling ringan siksanya, dia memakai dua sandal dari api neraka yg mana otaknya mendidih disebabkan panasnya kedua sandalnya.” [Shahih Muslim] Sa’id al Khudri rodhiyallahu ‘anhu.

Bahkan diantara mereka terang-terangan dzikir dengan alat musik, bukankah telah jelas haramnya alat musik dalam syariat, bahkan 4 ulama besar Imam Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad sepakat masalah haramnya musik, tetapi masih saja mengambil jalan-jalan yang lain, kan adi hidayat, kan abdul somad, kan pak habib? Bahkan ada dari mereka yang berkata “nissa sabyan, opik” kan nyanyi” sungguh pendalilan yang nyeleneh, Apakah Nabimu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah nyanyi sambil main musik? Sebenarnya yang menjadi suri tauladanmu Nabi ﷺ, atau orang-orang yang gak jelas manhaj dan aqidanya itu? Mengapa gak ambil pendapatnya pendeta sekalian biar main musik sambil nyanyinya berpahala? Allah berfirman :

وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم. ومن يعص الله ورسوله فقد ضل ضلالا مبينا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al-Adzab 36)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s