Tahun Baru, Dosa Baru

Memperingati tahun baru hukumnya haram dalam Islam, apalagi yang dirayain tahun barunya ahlul kitab, umat yang dilaknat sama Allah dan Rasulnya, umat yang dikatakan kafir oleh Allah dalam Quran, umat yang diancam kekal di neraka jahannam, umat yang bahkan lebih buruk daripada binatang ternak, lalu ada umat Islam, ngaku islam, bisa-bisanya dia ngucapin selamat tahun baru. Adakah hal yang lebih tidak waras daripada ini? Dimana aqidahmu? Masih adakah iman dihatimu?

Seandainya Rasulullah ﷺ hidup di tengah-kita saat ini dan melihat umatnya, lagi pasang petasan, kira-kira bagaimana? Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih :

ليس منا من تشبه بغيرنا

Bukan termasuk golongan kami, orang yang menyerupai selain kami” [HR. Tirmidzi] Abdullah bin Amr rodhiyallahu ‘anhu.

Dan juga dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka” [HR. Abu Daud] Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu.

Jelaslah dalam hadits di atas seorang yang ikut ngerayain tahun baru, berarti dia telah termasuk dalam kaum yang diikuti tersebut. Andaikan semua umat Islam pada malam tahun baru berdiam dalam rumah, tidak keluar rumah, tidak ikut pasang petasan, maka gak ada kemuliaan bagi ahlul kitab tersebut.

Ratusan juta uang dibakar dalam semalam, kira-kira Allah gak akan tanya tentang hartamu itu? Bukankah banyak saudara kita yang gak bisa berobat karena gak punya uang, bukankah banyak saudara kita yang gak tahu besok mau makan apa, gak punya beras di rumahnya, bukankah kau hanya memasukan seribu rupiah kecelengan mesjid, tetapi kau begitu mudahnya menghamburkan uangmu hanya untuk hura-hura dengan petasan, dimanakah otakmu?

Bahkan sebagian kaum muslimin dugem dengan speaker yang mereka siapkan didepan rumah, bersiap juga untuk mabuk-mabukan, bakar ban, keluarnya kaum wanita ke jalan-jalan, wanita yang bahkan tengah malam baru pulang rumah, bahkan ada yang hilang keperawanannya pas tanggal 1, sungguh kerusakan yang sangat besar. Wajib bagi kita yang beriman kepada Allah dan RasulNya, untuk mengingkari kemaksiatan tersebut, bukan bersuka cita, ikut nonton, bergembira ria, itu sama saja engkau bergembira dengan orang yang membangkang ke Allah dan RasulNya.

Rasulullah ﷺ berkata dalam hadits shahih :

لتتبعن سنن من قبلكم شبرا بشبر، وذراعا بذراع حتي لو سلكوا جحرضب لسلكتموه. قلنا : يا رسول الله اليهود والنصارى! قال : فمن

Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hinggah andaikata orang yang diikuti masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya. Kami berkata ya Rasulullah apakah mereka Yahudi dan Nasrani? Beliau menjawab siapa lagi kalau bukan mereka.” [Muttafaq ‘Alaih] Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu.

Allah berfirman :

ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا

“…Dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (Al-Kahfi 17)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s