Mengapa harus Meninggalkan Musik?

Bismillah..

Dalam Al-Quran Allah mengatakan musik dengan “perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah” Luqman ayat 6. Kalau kita baca saja maka kita tidak akan mengetahui bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah musik. Contohnya surat Al-Muddatstsir 11-25 kalau kita baca saja tanpa tafsir, maka kita tidak akan mengetahui siapa yang Allah maksud dalam ayat tersebut, dan juga kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf kita tidak tahu kalau ternyata nabi Yusuf pada akhirnya menikah dengan Zulaikha, dan sangat banyak ayat-ayat Qur’an yang kalau kita baca saja (tanpa tafsir) maka kita tidak akan mengetahui maksud dari ayat tersebut.

Kalau kita buka kitab tafsir Ibnu Katsir yang merupakan kitab tafsir rujukan utama umat Islam, kita akan menemukan perkataan dari Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya tentang surah Luqman ayat 6 tersebut, beliau berkata “yang dimaksud adalah nyanyian, demi dzat yang tidak ada sembahan yang berhak diibadahi selain dia” beliau mengulanginya tiga kali, berarti beliau benar-benar mengetahui tentang tafsir ayat tersebut sehingga beliau mengulanginya hingga tiga kali, dan beliau juga bersumpah atas nama Allah. Dan kita tahu sendiri Keutamaan Ibnu Mas’ud sahabat yang sangat mulia, muhajirin, sahabat yang awal masuk Islam, yang dijamin surga oleh Allah di surah At-Tawbah ayat 100, gak akan mungkin Ibnu Mas’ud berdusta.

Di fase mekkah di saat Rasulullah ﷺ berdakwa mengajak kaum Qurais masuk Islam dijelaskan di dalam buku-buku Sirah Nabawiyah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa An-Nadhar membeli seorang budak perempuan. Maka, setiap ada yang tertarik masuk Islam, dia segera menggandengnya menuju budak perempuannya tersebut, dan berkata kepada budak tersebut “Hidangkanlah untuk dia makanan dan bernyanyilah ini lebih baik daripada yang ditawarkan Muhammad ﷺ kepadamu” Maka turunlah ayat 6 surah Luqman di atas.

Dalam hadits shahih riwayat Bukhori Rasulullah ﷺ bersabda :

ﻟﻴﻜﻮﻧﻦ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﺃﻗﻮﺍﻡ، ﻳﺴﺘﺤﻠﻮﻥ ﺍﻟﺤﺮ ﻭﺍﻟﺤﺮﻳﺮ، ﻭﺍﻟﺨﻤﺮ، ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺯﻑ

Akan datang dikalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutra, khomer dan alat2 musik

Jika dikatakan menghalalkan musik berarti yang namanya musik itu haram. Imam Bukhori berkata dalam kitabnya gak akan memasukan hadits yang gak shahih dalam kitab hadits beliau. Dalam hadits tersebut Rasulullah ﷺ menyandingkan musik dengan zina, sutra, dan khomr, yang kita tahu sendiri pelanggaran tersebut sudah merajalela di zaman sekarang ini.

Abdullah bin Abbas sahabat yang merupakan ulamanya para sahabat, sepupu Rasulullah ﷺ, sahabat yang dijamin masuk surga di surah At-tawba ayat 100, ditanya tentang nyanyian (musik) beliau menjawab “bila kita menempatkan antara yang haqq dan yang bathil dimanakah musik itu?” jelas musik itu bukan yang haqq, tapi kebathilan.

Begitupula para imam yang empat sepakat dengan haramnya musik tanpa khilaf diantara mereka. Imam Abu Hanifa mengatakan musik adalah termasuk dosa-dosa, Imam Malik mengatakan kefasikan, Imam Syafi’i mengatakan zindiq, dan Imam Ahmad mengatakan menimbulkan kemunafikan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar masalah musik dan beliau mengatakan “Termasuk perbuatan keji dan mungkar adalah mendengarkan musik (alat2 musik) dan penyanyi adalah muadzinnya setan” Begitu juga murid beliau Ibnu Qoyyim berkata dengan perkataan yang sangat indah “Sungguh nyanyian dapat menghalangi seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi dari Al-Qur’an. Ingatlah bahwa Qur’an dan nyanyian selamanya tak akan mungkin bersatu dalam hati, karena keduanya saling bertolak belakang. Qur’an melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu, sedangkan nyanyian (musik) menyuruh sebaliknya

Sudah semestinya kita tinggalkan yang namanya nyanyian, musik, alat-alat musik karena semua itu haram dan gak ada gunanya sama sekali, hal itu hanya memalingkan kita dari Allah dan RasulNya, menjauhkan kita dari Qur’an, menjauhkan kita dari kebenaran, menjauhkan kita dari surganya Allah. Cukuplah hadits shahih dari Rasulullah ﷺ berikut untuk menjawab, mengapa kita harus meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah dan Rasulnya “Sesungguhnya bila engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik” tinggalkanlah musik insyaAllah, Allah akan mengganti dengan nikmatnya bacaan Qur’an, nikmatnya, membaca hadits-hadits Nabi ﷺ, nikmatnya berdzikir.

Ingatlah bahwa Allah menciptakan jin dan manusia itu untuk beribadah, bukan untuk nyanyi, dengar musik, karokean, main alat musik. Apakah anda ingin menyerupai umat Nashrani yang beribadah dengan nyanyi-nyanyi sambil main gitar? Sungguh umat Nashrani telah dilaknat Allah dalam Qur’an, dan kau meniru mereka? apakah engkau mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam? bila kau cinta dengan beliau maka tinggalkanlah nyanyian, musik, dan alat-alat musik. Bukankah tujuan kita hidup adalah surga? bukankah cita-cita kita adalah surga? masuk surga bersama Rasulullah ﷺ, bukankah itu yang kita mau?

Musik, alat-alat musik adalah kesenangan-kesenangan yang menipu, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang shahih riwayat Bukhori dan Muslim “Neraka itu dipagari dengan kesenangan-kesenangan, sedangkan neraka dipagari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan” maksudnya antara neraka atau surga itu terdapat penghalang maka, apabila dia mengerjakan penghalang tersebut maka dia akan masuk kedalamnya. Lalu bagaimana dengan musik apakah perkara yang menyenangkan atau sebaliknya?

Perlu diketahui bahwa nyanyian dan alat musik bukan dari Islam, nyanyian dan alat musik adalah ibadah orang Nashrani, dan kita dilarang mengikuti mereka. Nyanyian dan main alat musik merupakan tasyabbuh yang dilarang oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits shahih riwayat Ahmad dan Abu Dawud “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” dan juga hadits riwayat Tirmidzi “Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” jadi haram hukumnya nyanyi sambil main alat musik karena hal itu bertasyabbuh kepada orang selain Islam (baca-kafir).

Ingatlah seseorang itu akan mati dalam kebiasaan yang sering dia lakukan, seorang yang hobinya nyanyi sambil main gitar, maka matinya juga dalam keadaan nyanyi sambil main gitar, sudah banyak contoh dan itu adalah sunnahtullah.. Maukah kau mati dalam keadaan nyanyi sambil main gitar? sungguh tercela bila kita mati dalam keadaan buruk, keadaan bermaksiat kepada Allah, dalam keadaan su’ul khotimah.. “Seorang hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan terakhir dia meninggal” begitu sabda Rasulullah Rasulullah ﷺ dalam hadits yang shahih. Bila kita mati dalam keadaan nyanyi dan main gitar maka Allah akan membangkitkan kita dalam keadaan memegang gitar sambil nyanyi, kurang lebih seperti itu. Jangan sampai wahai para pemusik kematian yang menyadarkanmu, di saat mata terbelalak, di saat mulut tersumpal dengan tanah, di saat semua sudah terlambat dimana penyesalanpun tiada berguna.. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh, sebagian dari ummatku akan meminum khamer yang mereka namai dengan selain namanya, akan bernyanyi dengan para biduan disertai dengan alat musik. Allah akan menutupi kehidupan mereka dan akan menjadikan sebagian mereka kera dan babi.” Hadits shahih riwayat Imam Ibnu Majah, Abu Dawud.

Dalam hadits hasan riwayat Imam Tirmidzi Rasululah ﷺ bersabda “Akan terjadi pada ummat ini bencana longsor, digantinya rupanya dan angin ribut yang menghempaskan manusia, ” bertanyalah seseorang dari kaum muslimin: Wahai Rasulullah, kapan itu terjadi? beliau menjawab: “Apabila bermunculan para wanita penyanyi dan alat alat musik dan orang meminum minuman khamar.” Belum jelaskah dalil-dalil haramnya musik bagimu hai para pemusik? Kalau pakai akal kita bisa melihat bahwa musik gak di dalam kebaikan, adanya di tempat-tempat maksiat, di diskotik, di tempat pelacuran, di tempat pijit plus-plus, di bar, dan juga musik adalah teman dari pemabuk, pecandu narkoba, dan teman kebanyakan dari orang-orang jauh dari agama Allah. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” jelas dalam hadits shahih tersebut para penyanyi adalah orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.

Allah berfirman mengenai ciri-ciri penghuni surga dalam surah Al-Mu’minuun “Dan orang yang menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna” apakah nyanyian itu perkataan yang berguna? Tentu tidak. Kalau musik bisa mendekatkan diri seorang dengan Allah, tentu para pemusik yang paling bertaqwa, tapi keyataannya tidak.

Advertisements