Miftahul Jannah


Kemarin setelah pulang dari telkom untuk internetan pakai wifi, agar hemat data saat download. Karena kalau pakai paket data maka akan tekor, hehe.. Karena memang gue mau download file yang ukurannya cukup besar yaitu kajian sunnah sirah nabawiyah dari Ustadz Khalid Basamalah yang merupakan salah satu Ustadz favorit gue.

Abis sholat maghrib di mesjid jami’ Kotamobagu yang tempatnya di dekat telkom wifi tempat gue nongkrong. Setengah jam kemudian gue pun pulang kerumah. Di tengah jalan sudah terdengar azan Isya dan gue berhenti di salah satu mesjid di desa Inaton yang nama mesjid tersebut adalah mesjid Miftahul Jannah.

Setelah ambil air wudhu dan mau masuk mesjid gue gak sengaja bertemu dengan cewek yang masya Allah, menutup auratnya dengan syari pakaiannya yang longgar dan terjulur sampai menyapu lantai. Demi Allah gue sebagai laki-laki beriman tertarik dengan wanita itu, tapi gue gak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena hanya sepintas saja gue melihatnya dan kemudian dia masuk ke shaf para wanita. Dan juga karena gue langsung menundukan pandangan pada waktu itu.

Dalam hati kecil gue berkata jarang banget ada wanita yang menutup auratnya dengan syari di akhir zaman seperti ini, apalagi dianya berada di dalam mesjid dan mungkin dia dari  waktu maghrib tadi sudah berada di mesjid tersebut untuk tilawah Qur’an. Gak sama dengan cewek-cewek sekarang yang hobinya gak pake baju, mengobral auratnya sana sini.. pacaran, mesum, zina, karokean tiap malam, hobi nyanyi, kelayapan pulang malam, sungguh calon penghuni neraka semuanya..

Dan karena taqdir Allah Azza Wa Jallah pas sholat isya di mesjid tersebut imamnya gak datang dan orang di situ pun gak ada yang mau maju untuk jadi imam, dengan sedikit gugup akhirnya gue yang menjadi imam di mesjid Miftahul Jannah tersebut. Gue gugup karena cewek yang gue jumpai tadi ada di shaf belakang, bahkan ternyata bukan cuma satu cewek saja yang ada di shaf, tapi bahkan 7 sampai 9 orang. Hal itu yang membuat gue tambah gugup, gemeteran hehe..

Karena memang ini pertama kalinya gue ngimami sholat isya di mesjid, di mesjid di kampung sendiri aja, gue gak pernah jadi imam, ini mala harus ngimami di mesjid kampung orang. Ditambah lagi di belakang ada cewek cantik lagi syari tadi yang melihat gue jadi imam. Campur aduk perasaan gue waktu itu..

Akhirnya jadilah gue jadi imam waktu itu rekaat pertama surah Al-Mutaffifin dan rekaat kedua dengan surah Al-balad gue lantunkam dengan sangat tartil. Tapi ada bid’ah yang gue lakuin diantaranya membaca dzikir dengan keras dan salaman sehabis sholat semoga Allah mengampuni bid’ah gue tersebut.. dan semoga Allah mempertemukan gue dengan cewek syari itu kembali, hehe.. ☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s