Desa Liberia Sepinya Mirip Kuburan

Malam.. sepulang dari rumah temen, gue baru nyadar kalau kampung gue itu ternyata lebih mirip kuburan daripada pemukiman. Saat jalan pulang gak ada seorang-pun di jalan bahkan rumah-rumah udah pada tutup semua. Padahal waktu gue pulang jam masih menunjukan pukul 09:00, kalau di kampung sebela jam segini masih sangat ramai.

image

Gelapnya Desa Liberia di malam hari

Mungkin karena nih kampung tempatnya tidak strategis kali ya? Dari lorong masuk lorong itulah desa gue, yaitu desa liberia. Desa yang jauh dari jalan tol, jauh dari kota, desa ini pun berada tepat di kaki gunung ambang. Sehingga kalau gunung Ambang mbeledos (meletus), ratalah dengan tanah yang namanya desa Liberia, hehe..

Faktor lainnya mungkin karena suhu udara di kampung gue sangat dingin sehingga membuat orang-malas keluar rumah. Apalagi yang udah punya istri dingin-dingin gini enaknya ya kan kelonan, apalagi pengantin baru lebih-lebih keluar rumah, pakai celana aja pasti udah gak sempat, haha..

Desa Liberia mungkin bisa ramai bila ada hal-hal yang gak biasa terjadi, misalnya ada pesawat yang jatuh, ada Alien yang salah mendarat, ada babi ngepet, ada tuyul, ada kolor ijo, ada artis yang konser.. Pasti kampung gue langsung ramai, bila ada salah satu aja kejadian di atas yang benar-benar terjadi, bukan cuma ramai sih.. Pasti kampung gue langsung heboh di TV, haha..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s