Doyan Makan?


Di pondok gue cuma makan dua kali dalam sehari, pagi pada jam 10 dan sore pada jam 5. Itu pun gak tepat waktu, tergantung yang masak kalau udah siap yang langsung dihidangin dan kalau belum ya masih harus nunggu. Dan yang paling ngebosenin adalah harus antri dahulu supaya mendapat jatah makan dan kalu antrinya di paling akhir biasanya sudah kehabisan jatah makan.

image

Ayo melu mangan..πŸ™‚

Makanan di pondok itu dari senin sampai minggu gak ada yang enak, mulai dari terong rebus, kol rebus, dan lauk lainnya yang rasanya tawar alias gak enak! Bukannya gue gak bersyukur, tapi memang kayak gitu masakannya. Karena hal itulah gue sering membeli gorengan di kantin.

Saat membeli gorengan di kantin inilah gue mulai jadi doyan makan. Pertama sih niatnya hanya untuk hilangin lapar, tapi lama-lama ketagihan beli lagi dan lagi sampai-sampai kantong jadi kering. Mulut gue tuh maunya makan muluh, pisang goreng, tahu isi, dan bakwan entah mengapa rasanya itu enak banged? Padahal kalau di rumah gue jarang makan gorengan.

Bukan cuma gue yang doyan makan, hampir semua temen-temen santri lainnya juga rakus-rakus, maklum mereka juga jarang makan hehe.. Kebanyakan temen-temen santri tuh ketika gue ada kiriman lauk, pasti mereka antri minta-minta lauk ke gue, bahkan hampir semua para santri yang ada di pondok itu ngulurin tangan ke gue untuk minta lauk. Orang tua gue yang saat itu lagi jenguk gue pun terheran-heran. Coba kalau mereka yang ada kiriman? Jangankan ngasih, negur aja ngak! Mereka tuh pelit bin kikir bin medit bin bin.. deh pokoknya.. Padahal Allah dan Rasulullah pun melarang makan dengan berlebih seperti dalam firman Allah berikut :

”Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Surah Al-A’raf ayat 31.

”Makanlah diantara rezeki yang baik yang telah Kami berikan pada kalian, dan janganlah melampaui batas padanya”. Surah Thaha ayat 81.

Dan dari hadits-hadits berikut :

”Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”. (HR. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim)

”Seorang mukmin makan dengan satu usus, sementara orang kafir makan dengan tujuh usus”. (HR.Muslim, Turmudzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Dari firman Allah dan hadits rasulullah di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa makan itu tidak boleh berlebih-lebihan. Makanlah bila lapar dan berhentilah sebelum kenyang, bukan 2x tambah hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s