Gak Habis Pikir


Kemarin sekitar jam 10 malam gue mutusin untuk membuang kucing gue yang hobinya ngeor-ngeor gak jelas. Karena udara pada malam itu sangat dingin gue pun memacu motor gue dengan kencang. Awalnya gue ingin membuang kucing gue tersebut di Bongkudai, tapi karena jauh gue mutusin untuk membuang kucing tersebut di jalan Liberia-Purworejo.

Suasana pada malam itu sangat gelap, gue langsung memarkir motor gue di trotoar pinggir jalan. Gue buka bagasi dan langsung melempar kucing gue di jalan, setelah itu pun gue langsung bergegas pulang. Saat masih di jalan mau pulang, gue hampir jatuh dari motor karena lupa menaikan standar motor. Standar motor gue kandas di aspal, sehingga terdengar suara krekkk… Gue pun langsung berhenti sejenak, untuk menaikan standar motor tersebut.

Namun karena pada saat itu sangat dingin dan keadaan hati gue lagi kesel dan marah, untuk ke dua kalinya gue memacu motor gue dengan kencang. Tepat di muka rumah, gue kehilangan kendali sehingga motor yang gue bawah langsung oleng ke kanan. Bruak..! Gue pun langsung tersungkur ke semak-semak, kulit paha gue banyak yang sobek dan berdarah. Karena sangking malunya, rasa sakit sudah gue gak rasa lagi dan langsung mendorong motor dan memasukannya ke dalam rumah.

Saat sampai di dalam rumah gue pun langsung diomelin abis-abisan oleh kakek gue, karena pijakan motor gue rusak. Kakek gue mulai ngomel-ngomel dengan nada tinggi/emosi, sehingga ibu gue pun bangun dan langsung gabung untuk ngomelin gue. Lama-kelamaan omelan kakek gue sudah mulai ngawur dan gak jelas. Karena kakek gue terus-terusan ngomel dengan nada tinggi, sehingga gue pun mulai terpancing emosi dan membantah omelan kakek gue.

Debat pun memanas antara gue dan kakek gue, gue emosi karena saat gue jatuh bukan gue yang ditanya, tapi mala sibuk benerin motor yang cuma rusak pijakannya doank. Sedangkan kaki dan tangan gue rasanya perih banget karena tersungkur di semak-semak, paha gue juga sakit karena tertimpa motor.

Karena emosi gue yang sudah tidak tertahankan lagi, gue pun teriak-teriak membalas omelan kakek gue. Suasana pada malam itu sangat kacau karena gak ada yang mau ngalah antara gue dan kakek gue. Nenek gue pun berusaha melerai pertikaian kami, namun kami masih tetap saling bantah dengan nada tinggi dan emosi yang memuncak.

image

Karena emosi sempat juga malam itu kakek gue mau memukul gue, gue pun menjawab dengan nada tinggi “la atene gepok? gepok jo, la perlu njipo oh bendo terus panteno no aku” Karena kata-kata gue tersebut kakek gue tinggal terdiam dan shock. Sambil menangis nenek dan ibu gue pun langsung menyuruh kakek gue untuk istighfar. Pada saat itu suasana hati gue sudah mulai kacau/takut terjadi apa-apa terhadap kakek gue, karena suasana yang sangat ribut tetangga gue pun datang dan ikut menenangkan pertikaian tersebut. Karena gak mau pertikaian ini berlanjut, gue pun langsung masuk ke kamar dan tidur dengan suasana hati yang amburadul dan badan yang sakit semua, karena jatuh dari motor.

Karena kejadian di atas gue bertekad untuk tidak akan pernah lagi membawah motor tersebut, masa bawah motor gak boleh lecet? Lagian pada saat gue celaka, itu gara-gara jalannya licin sehingga motornya terpeleset..

One thought on “Gak Habis Pikir

  1. Kalau kayak gitu, jgn di balas mas… alhasil kan nama keluarga jadi rusak, keluarga juga jd kacau balau… lebih baik jgn bentak… tetap tenang… memecahkan masalah tanpa menambah masalah baru….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s