Mandi di Kali Panas


Karena hampir dua minggu gue gak mandi, kwkw.. Gue mutusin untuk cari tempat mandi yang bisa membuat gue jadi gak malas lagi untuk mandi. Tepatnya sore-sore, setelah gue dan temen-temen gue abis main Playstation. Gue ngajak Jhun dan Hendro untuk pergi ke tempat permandian air panas di desa Liberia, lebih tepatnya di desa Candirejo. Permandian air panas ini sering disebut kali panas oleh orang-orang yang tinggal di sekitar situ.

Sekitar 15 menit perjalanan, akhirnya kami pun sampai di permandian air panas tersebut. Dalam hati, gue berkata Horee.. Akhirnya gue bisa ke kali panas lagi setelah hampir 10 tahun gak pernah menengok tempat ini. Ketika sampai kami mencoba memegang air di bak, apakah panas atau tidak? Ternyata airnya sangat panas dan Jhun pun teriak “Aaw panass”.. Haha.. Memang air di kali panas ini kalau pertama kali megang, airnya tuh terasa panas karena memang belum terbiasa.

Kami pun coba-coba dan lama-kelamaan kami mulai mencelupkan kaki kami ke bak air panas, yang memang terasa sangad nikmat apalagi udara pada sore itu memang terasa cukup dingin. Karena mandi di air panas sangatlah enak, beberapa saat kemudian Jhun dan Hendro langsung buka baju dan kemudian langsung main catur haha.. maksud gue; nyemplung ke bak air panas..

Beberapa saat kemudian, di saat kami lagi enak-enaknya mandi air panas. Ada seorang bapak-bapak yang masih perawan, haha.. emang ada bapak-bapak perawan? Maksud gue, ada bapak-bapak yang datang. Sama halnya dengan kami, bapak tersebut datang dengan tujuan untuk mandi. Tanpa pikir panjang, orang tersebut pun langsung buka helm, baju dan celana. Sehingga yang tersisa hanya cd doank hahaha.. dan yang lebih parahnya lagi titit orang tersebut kelihatan nongol, sehingga gue, Jhun, dan Hendro langsung tertawa cengengesan hahaha…😀 Tapi kami tertawanya di saat bapak tersebut gak melihat kami, soalnya takut dijitak hha..

Sebelum nyemplung ke bak air panas, orang tersebut menawari kami sabun dan shampo, tanpa pikir panjang Hendro dan Jhun pun langsung memakai sabun tersebut. Waktu mandi kami pun ngobrol-ngobrol ringan sambil menikmati hangatnya air. Bapak-bapak tersebut banyak bertanya kepada kami dengan bahasa lokal, orang dari mana ngoni? sekolah di mana ngoni? sapa pe anak pa ngoni? dll.. Kami pun menjawab satu/satu pertanyaan dari bapak tersebut sambil sedikit cengengesan hehe..

Lama-kelamaan pun bapak tersebut mulai curhat ke kami. Curhatan yang paling lucu adalah saat bapak tersebut bilang bahwa “om so ba panu amper 25 taong, mulai dari masi nyong-nyong sampe so kaweng so ada anak, mar ndak ilang-ilang om pe panu” Mendengar kata-kata tersebut gue, Jhun dan Hendro pun langsung tertawa terbahak-bahak hahahaha… Konyol super konyol banged deh pokoknya suasana pada waktu itu..

image

Permandian Kali Panas di Liberia

image

Jhun saat mandi di Kali Panas

Walaupun permandian air panas di Liberia tersebut gak layak pakai, alias lebih mirip tempat mandi Kebo, tapi kami masih sering pergi ke kali panas tersebut. Sebenarnya sih dulunya permandian air panas tersebut sangat bagus, tetapi karena ada orang-orang yang sering menggigit-gigit pondasi, akhirnya bak mandi tersebut menjadi krekepen dan toel-toel haha..🙂

2 thoughts on “Mandi di Kali Panas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s