Banjir di Desa Liberia


Minggu sore sekitar pukul 02:30 terjadi hujan yang sangat deras disertai angin yang kencang di desa liberia, hal ini yang menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke perumahan warga. Kalau tidak salah tepat pada pukul 04:00 warga mulai berhamburan keluar rumah untuk menyaksikan meluapnya air sungai tersebut.

Meluapnya air sungai tersebut sangat jarang terjadi di desa liberia, tapi karena hujan yang sangat deras beberapa jam sebelumnya membuat debit air menjadi sangat banyak dan membeludak sehingga masuk ke beberapa perumahan warga. Beberapa rumah warga yang terkena banjir adalah rumah Bapak Ute, Ibu Ina, dan rumahnya Mbak tukang sayur.

Sebelum peristiwa ini terjadi gue masih enak-enakan main playstation di dalam rumah. Namun karena hujan deras dan takut tersambar petir gue langsung mematikan ps dan langsung masuk kamar. Di kamar sih sebenarnya gue gak tidur, tapi dengerin musik sambil browsing. Saat gue dengerin lagunya Bruno Mars yang It Will Rain tiba-tiba ada orang yang teriak-teriak gak jelas banjir!! banjir..!! spontan gue langsung lompat dari tempat tidur dan langsung keluar rumah untuk melihat apakah benar ada banjir?

Setelah keluar rumah gue kaget ternyata memang ada banjir. Tanpa pikir panjang gue langsung lari ke rumah untuk mengambil hp, dan setelah itu gue foto deh banjirnya, hehe.. Berikut ini beberapa foto yang gue ambil beberapa jam yang lalu :

image

Depan rumah Bapak Ute yang terkena luapan air.

image

Kolam milik Pak Ismail Sirun yang terkena luapan air.

image

Beberapa saat setelah luapan air mulai surut.

Cuma beberapa saat gue melihat banjir tersebut, kemudian gue langsung pulang ke rumah mengambil motor, lalu langsung pergi ke rumah temen gue Jhun. Niatnya sih gue sama Jhun mau pergi ke rumahnya Hendro, tapi karena Hendro nya gak ada jadi kami mutusin untuk pulang. Namun saat di jalan (Modayag) sangat banyak kerumunan warga, ternyata eh ternyata di Modayag pun tidak luput dari banjir. Gue dan Jhun berhenti sejenak untuk melihat kemudian kami gak jadi pulang rumah, hehe.. tapi kami mala survei pakai motor dan mencari daerah mana lagi yang banjir?

Kami pun sampai di desa Bongkudai dan memang di sini juga terjadi banjir, bahkan sampai menutupi jalan. Sama seperti di Modayag dan Liberia di Bongkudai pun, banjir menjadi tontonan yang langkah banyak warga yang keluar rumah untuk menyaksikan banjir tersebut. Terakhir gue dan Jhun pergi ke desa Bangunan. Di Desa Bangunan pun sama, banjir menggenangi jalanan tetapi warga di sana tidak terlalu rameh untuk melihat banjir tersebut. Karena sudah gelap sekitar pukul 05:40 kami pun langsung pulang ke rumah dan langsung deh kepikiran nulis artikel ini, hehe..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s