Kisah Paling Mengharukan Dalam Hidup Gue


Kecewa berat itulah yang ku alami saat ini, gagal kuliah dan stress pun melanda. Gue ternyata harus merima kenyataan pahit bahwa gue harus gagal kuliah untuk yang kedua kalinya. Semua usaha telah kulakukan untuk bisa masuk dalam dunia perkuliahan, tapi apa daya orang tua gue mala mentingin ngredit motor daripada biayain gue kuliah.

Dari awal pun aku pun telah berusaha untuk masuk di POLIMDO, aku sudah ambil formulir, cek sana sini, tapi orang tua ku seakan tak mau tau, tak mau perduli dengan semua itu. Rasa kecewa sih ada, tapi aku harus tetap berusaha agar bisa masuk PTN di tahun berikutnya. Semua kekacauan ini sebenarnya berawal dari bodohnya pihak sekolah, tepatnya pihak sekolah bagian kesiswaan (BK) dan juga kepala sekolah yang acuh tak acuh.

Flashback saat pengayaan kelas 3 untuk menghadapi ujian nasional, waktu itu sekitar pukul 02:00 sore, datang orang-orang dari dinas pendidikan dan dari beberapa dosen UNSRAT. Mereka datang untuk mensosialisasikan mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru jalur nasional SNMPTN dan SBMPTN. Dosen dari UNSRAT tersebut menjelaskan dengan sangat detil mengenai sistem penerimaan maba tersebut di depan kelas, tapi anehnya guru kami yang pada saat itu ada di dalam kelas kayak gak ada antusiasnya sama sekali. Sehingga apa yang disampaikan gak ada yang masuk, alias masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Karena kebodohan guru inilah pada akhirnya kami seluruh kelas 3 tidak ada yang terdaftar di SNMPTN, SBMPTN, ataupun mendapat beasiswa Bidik Misi dan akhirnya kami pun tak ada yang lulus di jalur nasional tersebut, dan harus bersusah payah ikut jalur mandiri yang biaya masuknya sangat mahal dan mencekik..

Karena hal di ataslah gue gagal masuk PTN untuk yang pertama kalinya, rasanya tuh nyesek dan penuh dengan penyesalan. Pada akhirnya gue pun harus bersabar untuk bisa masuk PTN di tahun berikut. Sempat iri sih dengan teman-teman gue yang sudah menginjak bangku kuliah, sedangkan gue cuma di rumah doank gak tau mau ngapain?

Satu tahun pun telah berlalu dan sudah banyak perguruan tinggi yang membuka pendaftaran maba. Kali ini aku memutuskan untuk langsung mengambil jalur mandiri, daripada stress ambil jalur nasional yang gak tau sudah didaftarin apa belum oleh pihak sekolah? Dalam pikiranku hanya terbayang tiga perguruan tinggi waktu itu, diantaranya UNSRAT, UNIMA, dan POLIMDO. Dan pada akhirnya aku memilih UNSRAT, karena memang perguruan tinggi tersebut adalah yang terbaik di Sulawesi Utara dan akreditasinya pun A, jadi sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

Bermulah dari mencari informasi pendaftaran di website resmi UNSRAT semangat hidup gue naik drastis dan aku yakin seyakin-yakinnya bahwa aku pasti lulus dalam seleksi mandiri tersebut. Oh ya aku mendaftar di perguruan tinggi tersebut tidak sendiri, melainkan bersama teman satu kelasku dulu yang sama-sama gagal kuliah gara-gara kebodohan pihak sekolah.

Gue mulai keluyuran sana-sini untuk merampungkan berkas yang diminta mulai dari Ijazah, Rapor, KTP dan lain sebagainya. Capek, lelah, letih, lesuh sudah tidak kurasa lagi, bahkan saat hujan pun aku nekad untuk melegalisir rapor, hehe..

Juli 23/07/2014 tiba saatnya pun gue harus berangkat ke Manado untuk mengikuti tes masuk jalur mandiri tersebut. Tes nya dilaksanakan pada pukul 10:00 siang. Gue berangkat ke Manado pukul 03:00 pagi sesudah sahur bersama dengan Anjas dan mamanya. Udara pada saat itu terasa sangat dingin, tapi gue maksain untuk tetap mandi, kulit dan darah gue rasanya seperti membeku, hehe..πŸ˜€

image

Kartu peserta dan alat tulis menulis yang gue siapkan sehari sebelum ujian masuk seleksi mandiri T2.

Pukul 07:30 gue akhirnya sampai di Manado setelah hampir 5 jam duduk di mobil, pantat gue rasanya pegel dan kesemutan, hehe.. Dari Manado kami masih mampir dahulu di rumah saudaranya Anjas yang ada di Manado untuk sekedar buang air kecil dan menyisir rambut. Setengah jam kemudian kami bergegas langsung ke Kampus Unsrat, tepatnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di fakultas itulah tempat kami mengikuti ujian masuk jalur mandiri atau lebih dikenal dengan jalur T2 (Tumou Tou)

image

Foto FISIP Unsrat tempat gue ikut ujian masuk jalur T2.

Jantung gue berdebar dan sedikit kagum, karena hampir ada sekitar 6000an orang yang mengikuti ujian tulis ini. Kebanyakan sih orang Manado, tapi ada juga yang dari Papua bahkan ada juga bule yang ikut jalur ujian mandiri T2 waktu itu. Tepat pukul 10:00 siang ujian pun segera dimulai, para maba dipersilahkan masuk ruangan ujian. Gue ada di ruang ujian 10, sedangkan Anjas ada di ruang ujian 5. Jadi kami terpisah gue ada di lantai dua, sedangkan Anjas ada di lantai satu.

Pukul 10:00 dosen dari pihak Unsrat pun masuk ke ruang ujian dan langsung membagikan lembar soal dan lembar jawaban. Tanpa basa-basi gue langsung mengerjakan soal tersebut. Ada sekitar 80 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 2 jam dan soalnya pun campuran dari semua mata pelajaran mulai dari Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika dan lainnya. Jujur soalnya tidak terlalu sulit kalau menurut gue sih. Pukul 12:00 dosen pengawas pun menyuruh kami mengumpulkan lembar jawaban dan kami pun dipersilahkan pulang.

Setelah itu pun kami langsung pulang, tapi mamanya Anjas masih pergi ke mall terlebih dahulu, sedangkan gue dan Anjas cuma duduk di dalam mobil. Pada pukul 02:30 baru kami langsung pulang ke Kotamobagu dan sampai di rumah tepat saat berbuka puasa pukul 06:00. Sungguh hari yang sangat melelahkan sekaligus menyenangkan, hehe..πŸ™‚ Kami pun tinggal menunggu pengumuman hasil ujian seleksi jalur T2 tersebut.

5 Agustus 2014, masih dalam suasana lebaran, hasil seleksi pun diumumkan di website resmi Unsrat dan ternyata gue dan Anjas lulus, Horee.. Seneng banget rasanya gue bisa lulus dari sekian banyaknya calon mahasiswa baru yang mendaftar. Pada tanggal 8 kami harus kembali ke Unsrat untuk pendaftaran ulang, sekaligus wawancara UKT.

image

Hasil pengumuman seleksi jalur mabdiri T2 Ubsrat 2014

Pagi tepat pukul 05:00 pada tanggal 8 kami pun berangkat ke Unsrat kembali untuk wawancara UKT, tapi sialnya pada saat berangkat gue lupa meminum Antimo sehingga diperjalanan perut gue mual-mual rasa muntah dan kepala terasa pening. Sekitar empat jam perjalanan kami pun sampai di tujuan, kepala gue masih terasa sangat pening dan terasa ingin muntah. Gue, Anjas dan Mama nya pun bergegas ke tempat wawancara UKT, tepatnya di Fekon. Karena banyaknya calon maba yang ikut wawancara ini terpaksa kami pun harus antri berjam-jam, kami pun hanya menunggu di latar ruangan UKT tersebut. Beberapa menit kemudian gue hanya bisa bersandar di dinding karena sudah tak tahan lagi dengan sakit kepala yang menyerang, akhirnya mama nya Anjas pun mengajak gue untuk membeli obat di warung terdekat. Setelah beberapa saat meminum obat, rasa muntah gue pun sudah tidak bisa tertahankan. Akhirnya pun aku muntah di tengah-tengah banyak nya mahasiswa, malu sih iya, tapi apa daya rasa muntah gue sudah tidak bisa ditahan (Waktu itu gue muntah di pot bunga depan kantin)

image

Foto FEKON Unsrat tempat wawancara UKT.

Sehabis muntah rasa sakit gue pun sedikit redah, kami pun begegas kembali ke ruangan UKT Fekon. Beberapa lama menunggu kami pun langsung ke lantai dua untuk menulis nama dan mengambil formulir UKT. Next kami kembali ke lantai satu untuk langsung wawancara UKT, setelah sebelumnya mengisis formulir biodata. Wawancara pun dimulai Anjas yang terlebih dahulu, sedangkan gue menunggu di belakang sambil duduk. Anjas pun selesai wawancara, gue langsung maju untuk wawancara. Karena ini hanya wawancara UKT, jadi yang ditanya hanya “berapa penghasilan orang tua perbulan?” cuma itu doank.. Wawancara selesai kami pun bergegas pulang, tapi kami mampir dahulu ke kantin untuk makan siang (Waktu itu mama nya Anjas yang traktir) ohh.. iya hampir lupa setelah makan kami masih diajak oleh mama nya Anjas pergi muter-muter ke Mal dulu, sambil cuci mata hehe…πŸ™‚ Sesudah itu pun kami langsung pulang ke rumah.

Pada tanggal 10 agustus gue harus kembali ke Unsrat untuk membayar uang semester dan mengambil perlengkapan kampus, tapi sialnya pada saat itu orang tua gue tidak memiliki uang sama sekali, sehingga hal itu yang membuat gue sangat bingung harus mencari uang kemana? Padahal uang yang harus saya bayar sangatlah murah, hanya 1,5 jt. Ayah gue pada saat itu tidak ada di rumah, melainkan berada di Tatelu (Bekerja di tambang)

Gue bingung mencari cara, bagaimana gue bisa mencari uang 1,5 jt dalam waktu satu hari. Pada saat itu gue sempat berfikir untuk meminjam uang pada saudara gue yang ada di Ternate, tapi rencana itu tidak terlaksana karena gue ragu, dan tidak mau merepotkan saudara gue tersebut. Pada sore hari kakek dan nenek gue pulang dari kebun, dan ibu ku pun langsung menceritakan masalah uang tersebut. Setelah berdebat sekian lama akhirnya, kakek gue pun memutuskan untuk menjual motor smash pada paman gue yang ada di Modoinding, tapi sialnya pada saat itu paman gue pun tidak mempunyai uang.

Setelah beberapa saat kemudian paman ku berinisiatif untuk menggadaikan motor tersebut pada kenalannya di Modoinding, akhirnya rencana itu pun terlaksana dan berhasil, tapi motor tersebut hanya tergadai 1,3 jt sehingga masih kurang. Jujur pada saat itu air mata gue terasa ingin menetes, tapi aku berusaha menahan nya.

Cuaca pada sore itu sangat mendung dan gelap. Setelah mendapat uang 1,3 juta tersebut. Gue dan kakek pulang ke rumah, paman gue juga ikut untuk mengambil motor yang akan digadaikan tadi. Di dalam hati gue terus berkecamuk apakah gue harus melanjutkan kuliah gue atau gue harus berhenti ? Saat menuju pulang hujan pun turun sangat deras, udara sangatlah dingin, dan berkabut..

Pada malam hari setelah sampai di rumah, ibu ku menelefon ayah untuk meceritakan tentang masalah ini. Hp nya pun diberikan kepada ku, untuk bicara dengan ayah. Saat-saat inilah, momen yang paling membuat gue merasa bimbang, galau, sedih, dan sangat putus asa.. Karena ayah gue meminta gue untuk mempertimbangkan kembali keputusan gue untuk kuliah di Unsrat..

Hal yang membuat ayah gue tidak setuju gue kuliah di Unsrat adalah biaya makan di Manado yang sangat mahal, biaya kos yang juga sangat mahal, biaya semester dan perlengkapan lain nya, belum lagi jarak Manado dan kampung halaman gue yang sangat jauh dan juga yang sangat menyakitkan hati adalah orang tua gue harus membayar biaya kredit motor perbulan yang mencapai 700 ribuh. Sedangkan penghasilan ayah gue pun tidak menentu..

Padahal jauh sebelum semua hal ini terjadi aku sudah mengingatkan orang tua gue agar tidak usah kredit motor karena biayanya tuh mencekik, tapi apa daya kedua orang tua gue memaksa agar tetap kredit motor. Pada akhirnya gue pun harus mengubur dalam-dalam keinginan gue untuk bisa merasakan bangku kuliah.

Saat berbicara dengan ayah gue di telfon pikiran gue sangat kacau, apakah gue harus lanjut? atau berhenti di sini? Air mata gue pun menetes tak mampu ku tahan, gue hanya tersedu-sedu dan dengan berat hati gue memutuskan untuk tidak melanjutkan niat gue kuliah di Unsrat. Gue sadar, gue bukanlah orang kaya, rumah pun belum jadi, masih tinggal di rumah kakek, kredit motor pun masih 2 tahun, belum lagi biaya makan, biaya listrik yang sangat mahal, dan biaya kebutuhan sehari-hari lainnya apakah orang tua gue mampu untuk kuliahin gue ?

Gue hanya bisa menangis di dalam kamar dan bertanya mengapa semua hal ini terjadi kepada ku, bahkan untuk kuliah pun aku tak mampu.. Ibu, kakek dan nenek gue pun ikut menangis pada saat itu.. Ingin nya sih meluk gunung, tapi apa daya tangan tak sampai..

Based On A True Story..

2 thoughts on “Kisah Paling Mengharukan Dalam Hidup Gue

  1. semangat bro !!! jangan pernah menyerah,,!!πŸ™‚
    β€œBoleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

    salam kenalπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s