Terpaksa Kredit Motor


Sebenarnya gue males berurusan dengan yang namanya kredit motor, karena sebenarnya kredit itu bukan membantu tapi mala membuat orang sensara. Tapi apa boleh buat? Orang tua gue terus memaksa, sehingga gue mengiyakan tawaran orang tua gue untuk mengkredit motor tersebut.

Pada hari itu juga ayah dan kakek gue langsung ngajak gue ke dealer motor terdekat di Kotamobagu. Gue pun langsung mandi, ganti pakaian dan langsung naik angkot menuju dealer Honda yang ada di Kotamobagu. Setelah sampai di dealer gue, kakek, dan ayah gue dipersilahkan masuk dan disuruh menunggu sebentar.

Sesaat kemudian pengurus dealer tersebut datang dan langsung menyuruh ayah gue duduk dan ditanya-tanya mengenai. Motor apa yang akan diambil? berapa tahun durasi kreditnya? dll.. Karena gue yang akan makai motor tersebut, jadi gue memutuskan untuk mengambil motor Honda Blade. Dan untuk biaya perbulannya ayah dan kakek gue sepakat dengan harga Rp. 700.000/bulan selama 3 tahun, dengan uang muka Rp. 4.000.000.

Karena sudah sepakat kami pun langsung diantar untuk mengambil motor Honda Blade tersebut. Dari sana gue disuruh memili mau ambil Honda Blade Repsol atau yang biasa? lalu gue milih yang Honda Blade Repsol. Pengurus di dealer tersebut pun langsung mengurus berkas-berkas motor dan berkas-berkas mengenai kredit motor tersebut. Mulai dari diminta tanda tangan, nomor telepon, membuat surat perjanjian, dan prosedur-prosedur lainnya dalam mengkredit motor.

Motor yang saya pilih pun langsung di bawah dan di tes terlebih dahulu, mulai dari gas, rem, lampu, dipasang aki dan sebagainya. Setelah itu ayah gue langsung membayar uang muka dan kami pun langsung bisa membawa motor tersebut pulang. Karena gue belum bisa bawah motor, jadi ayah gue yang mengendarainya sampai ke rumah. Sedangkan gue dan kakek gue naik angkot untuk pulang.

image

Adik gue seneng banged waktu pertama kali motor kredit tersebut sampai di rumah..

Dengan mengkredit motor ini, mulailah nambah penderitaan di dalam hidup gue. Gue juga merasa bisa jadi gue akan gagal kuliah untuk yang ke-2 kalinya, tapi mudah-mudahan saja feeling gue tersebut gak jadi kenyataan. Bayangin aja kalau Rp. 700.000 x 36 bulan, itu sudah sekitar Rp. 25.200.000 ditambah lagi uang muka sebesar Rp. 4.000.000 maka total yang harus keluarga gue bayar adalah Rp. 29.200.000. Sedangkan harga satu unit Honda Blade Repsol hanya sekitar Rp. 12.000.000, jadi orang tua gue merugi sekitar Rp. 17.200.000 dan itu bukanlah jumlah yang bisa dibilang sedikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s