Anak Ustad Tukang Nyolong


Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, mungkin pepatah itu tidak selalu benar dan menurut saya kebenarannya hanya sekitar 50%. Kita bisa dengan sangat mudah membantah pepatah tersebut misalnya saja, bila pohon tersebut tumbuh di sekitar sungai maka bila buahnya jatuh kesungai dan terbawah arus sungai yang deras, maka otomatis buah tersebut akan jatuh sangat jauh dari pohonnya.

Itulah kebanyakan yang terjadi saat ini, bayangkan saja seorang ustad yang rajin sholat, baik hati dan religius mempunyai seorang anak yang tukang nyolong. Jelas pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” sangatlah tidak masuk akal.

Begini kejadiannya pada waktu itu gue pergi ke masjid untuk sholat tarawih, yang pada saat itu tepat di bulan suci ramahdan. Malam sebelum gue pergi ke mesjid, gue lupa menaruh kalung besi putih gue di rumah, karena gak mau terlambat sholat tarawih, sehingga kalung gue tersebut terbawah ke masjid. Ketika gue masuk masjid gue langsung melepas kalung tersebut dan menaruhnya di saku celana.

image

Karena dholat tarawih-nya belum di mulai maka gue hanya duduk di dalam masjid dan ketika iqomat tibah gue langsung berdiri. Ketika gue baru berdiri tiba-tiba seorang cowok yang namanya Iwan Thief (Thief nama julukan saya berikan) langsung berpura-pura jatuh dan langsung duduk. Padahal kan pada waktu iqomat para jemaah sholat diwajibkan berdiri. Klik di sini untuk melihat foto Iwan Thief. Pada awalnya gue gak berfikir mengapa cowok tersebut melakukan hal itu? Gue pun langsung menata sajadah gue dan langsung sholat isya dan selanjutnya dilanjutkan dengan sholat tarawih. Beberapa saat kemudian pun sholat tarawih selesai dan gue langsung pulang ke rumah. Ketika gue masih di jalan menujuh ke rumah, gue kaget ketika melihat di saku gue. Mengapa kalung yang saya taru di saku tadi sudah tidak ada? Saat itu gue sedikit bingung apa gue lupa menarunya? Atau gue tidak membawah kalung tersebut tadi saat ke masjid?

Sesampainya di rumah, gue langsung mencari di laci lemari kamar (tempat biasanya gue menaruh kalung tersebut). Tetapi gue tidak menemukannya. Kemudian setelah itu gue hanya berbaring di kamar dan tidak lama kemudian gue terpikir kejadian waktu Iwan Thief pura-pura terjatuh di masjid waktu iqomat. Dalam hati gue pun berkata “rupanya dia pura-pura jatuh tadi, hanya untuk mengambil kalung gue yang jatuh di lantai masjid” pada saat itu gue sadar bahwa kalung gue telah dicuri oleh Iwan Thief.

Pada esok harinya gue pergi ke sekolah dan seperti biasanya saya pergi ke sekolah dengan naik ojek. Tukang ojek yang gue tumpangi tersebut teman dari si Iwan Thief. Di saat itu, sih tukang ojek tidak menempuh jalur yang biasa dilewati, tapi mala lewat di jalan sawah-sawah yang jalannya masih rusak parah. Waktu itu juga gue tanpa sengaja melihat dia menutupi lehernya, tetapi gue sempat melihat ada kalung di lehernya. Gue mulai curiga terhadap orang ini, selain tingkah lakunya yang sangat aneh dan juga dia terlihat seperti orang bodoh. Sayang gue lupa nama orang ini karena sudah lama banget, hampir 6 tahun, tapi kalau tidak salah si namanya Arif klik di sini untuk melihat fotonya.

Setelah sampai ke sekolah gue hanya diam dan terus berfikir, mengapa tukang ojek tersebut bertingkah aneh? Setelah gue pikir-pikir, kayak orang yang lagi main catur aja haha.. Gue lama-lama tahu penyebab tukang ojek tersebut bertingkah aneh. Penyebabnya ternyata kalung gue yang dicuri oleh Iwan Thief sih anaknya pak ustad, menjual kalung yang dia curi dari gue tersebut ke tukang ojek. Hal itu ternyata yang menyebabkan sih tukang ojek tidak berani atau malu lewat jalan biasanya dan mala lewat jalan yang rusak parah. Ditambah lagi gue sempat melihat kalung yang langsung disembunyikan sih tukang ojek tersebut waktu gue melihatnya. Hal-hal tersebut membuat gue lebih  yakin bahwa sih Iwan Thief menjual kalung tersebut kepada si htukang ojek.

Hal di ataslah yang membuat gue selama ini sudah tidak mau berteman lagi dengan orang-orang yang sok alim tersebut. Bukan hanya mencuri yang dilakukan oleh Iwan Thief dan teman-temannya tersebut, tetapi mereka juga sering meminum alkohol dan sering mengoleksi video porno (hal ini gue ketahui dari teman saya yang bernama Rendy yang menceritakan bahwa sih Iwan Thief tersebut sering menonton video porno bersamanya).

Dan yang gue gak habis pikir di saat kalung gue jatuh dan diambil oleh Iwan Thief, teman-teman yang sholat dan tahu hal itu hanya tertawa dan membiarkannya, tidak ada salah satu pun dari mereka yang jujur. Bahkan ada yang hanya cengingisan mirip sapi ompong haha.. Dan yang paling disayangkan sih Iwan Thief ini mencuri di rumah Allah (masjid) dan dia juga merupakan anak dari pak ustad yang memimpin sholat tarawih pada malam itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s