My Terrible Life


Useless Life Semua di dunia ini menganggap gue adalah sampah yang gak berguna. Menganggap gue adalah orang paling aneh dan hina di dunia. Tidak ada seorang pun yang benar-benar manganggap gue ada. Sungguh hidup ini sangat berat kujalani, masa remaja yang seharusnya gue berkumpul dengan teman-teman, mala gue hanya di rumah dan berdiam diri di kamar.

image

No Friends No Girl No One In The World. Teman-teman gue dari sejak SD sudah membawah kendaraan, sedangkan gue hanya berjalan kaki. Begitu juga dengan masa SMP & juga masa SMA gue. Waktu SMA sebenarnya gue sangat ingin mempunyai motor tetapi gue hanya memendamnya dalam hati. Setiap hari gue bangun pagi-pagi supaya tidak terlambat pergi kesekolah. Gue bersekolah hanya dengan bermodalkan sepatu alias jalan kaki. Semua teman gue hampir semunya mempunyai sepeda motor dan membawah teman wanitanya, hal ini sungguh seperti membunuh gue secara perlahan. Bahkan ada dari mereka yang menggas motornya sangat kuat bila berpapasan dengan gue. Hal itu terjadi selama hampir 3 tahun. Bukan cuma pergi kesekolah pada saat pulang sekolah pun gue harus berjalan kaki di bawah terik matahari yang sangat menyengat.

Terrible Things Pada saat lulus SMA pun gue harus menelan pahitnya rasa sakit hati, karena tidak bisa untuk melanjutkan kuliah pada tahun ini. Hati gue sungguh hancur saat itu, dan gue hanya bisa bersabar untuk menungguh tahun berikutnya. Teman-teman gue hampir semua melanjutkan kuliah sedangkan gue hanya di rumah dan tidak tahu mau ngapain?

Penderitaan gue bukan hanya itu, ibu gue yang seharusnya menyayangi anaknya mala berkelakuan seperti layaknya bukan seorang ibu. Disaat gue sedang tidur ibuku membanting pintuh dengan sangat kuat, disaat gue mau makan, gue sering dipelototi. Bukan cuma dipelototi, tetapi juga bila ada sayur yang enak pasti disembunyikan olehnya. Ibu gue merupakan orang yang temperamental dan sangat emosional. Ibu gue merupakan orang yang sangat kasar dan bengis. Pakain yang saya taru di atas sumur, dibuang di tanah, pakain yang kujemur, bila turun hujan dan gue gak sempat lihat pasti dibiarkan olehnya sampai basah kuyup. Itulah sebabnya sampai saat ini gue malas bahkan tidak mau membahas tentang ibu gue. Tragisnya lagi ibu gue melakukan hal-hal tersebut bila tidak ada kakek dan nenk gue di rumah, bila kakek dan nenek gue ada di rumah ibu gue langsung hilang temperamental dan emosionalnya. Mungkin ibu gue hanya menganggap gue sebagai anak Anjin* yang tidak ada gunanya.

Begitu juga ayah gue yang gak pernah menempati janjinnya. Disaat gue sangat ingin membeli laptop, pada saat itu gue memintah agar membelih laptopnya dengan cara kredit, biar tidak selalu susah. Pada saat itu gue sudah pergi ke kota untuk cek harga dan biaya perbulannya. Pada hari H nya ayah gue berkata tidak usah membeli laptop karena cicilan perbulannya sangat mahal ditambah lagi dalam jangkah waktu 2 tahun. Ayah gue menyarankan gue untuk membeli motor supaya lebih bermanfaat dibandingkan laptop. Setiap bulan berlalu, tahun pun berganti, tetapi tidak satupun kata-kata ayah gue tersebut yang terbukti realisasinya sampai sekarang 2013/11/14.

Pada akhirnya gue memutuskan untuk membeli sebuah HP, karena pada waktu itu HP gue sedikit rusak. Pada akhirnya gue membeli HP, dan jangan sangkah kalau membeli HP ini uang dari ayah gue. Gue membeli HP ini dari hasil gue menabung dari kelas 2 SMA sampai gue lulus SMA saat ini. Uang yang seharusnya gue buat untuk jajan gue sehari-hari di sekolah, tetapi kusisihkan untuk gue tabung. Disaat teman gue pergi ke kantin gue hanya duduk di dalam kelas sambil baca buku terkadang juga mendengarkan musik.

They Don’t Know About Me. Mereka gak tau tentang gue, mereka hanya mengira gue adalah seorang anak ingusan yang tidak tahu apa-apa. Padahal untuk membeli pulsa pun gue gak pernah memintah kepada kedua orang tua gue, karena mereka gak mungkin untuk memberikannya ke gue. Untuk membelih pulsa gue hanya mengambil sisah tabungan gue yang berjumlah Rp. 400.000, sampai sekarang ini.

Keep Spirit Until The Day I Die. Dengan hal-hal yang sangat menyakitkan tersebut gue bertekad akan menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Gue akan terus berusaha dan terus berusaha sampai apa yang kucita-citakan berhasil kugapai. Semoga pada tahun 2014 nanti gue bisa melanjutkan kuliah, dan akan kutunjukan kepada dunia bahwa gue bisa, gue mampu untuk menggapai semua mimpi-mimpi gue..

Sungguh gue ingin pergi jauh dari kehidupan gue yang sekarang ini. Gue ingin memulai hidup yang baru, membuka lembaran baru, membuat suatu keadaan yang baru, gue ingin meninggalkan semua kenangan buruk yang ada pada gue saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s