Hidup Terasa Sepi Tanpa Sahabat


image

Gue mungkin satu-satunya remaja di dunia ini yang tidak memiliki sahabat, saat gue masih sma dulu gue memiliki beberapa sahabat, tetapi setelah lulus sma gue tidak mempunyai satupun sahabat. Gue hanya berteman dengan adik gue yang masih berumur lima tahun yang belum bisa diajak ngobrol. Dan biasanya juga gue hanya bermain dengan seekor kucing.

Banyak faktor yang menyebabkan gue tidak memiliki satu pun sahabat, salah satunya adalah karena gue jarang keluar rumah dan sulit untuk bersosialisasi. Gue jarang ke luar rumah juga disebabkan karena gue sejak sma tidak memiliki kendaraan.

Gue memang terlahir dari keluarga yang kurang mampu, jangankan membeli kendaraan untuk membeli handphone pun gue harus relah tidak jajan di sekolah. Gue relah menahan lapar untuk bisa membeli handphone. Setiap hari gue menabung, uang yang seharusnya gue gunakan untuk jajan di sekolah terpaksa harus gue tabung demi untuk membeli handphone.

Gue berangkat pergi ke sekolah dengan hanya naik sepatu alias jalan kaki. Hal ini tidak membuat gue malu, tetapi mala membuat gue senang karena dapat menghirup udara yang segar di pedesaan, ditambah lagi jalan kaki kan sehat. Walaupun gue sedikit iri dengan teman-teman gue yang berangkat sekolah dengan membawah sepeda motor dengan teman wanitanya, sedangkan gue hanya jalan kaki sambil ngukur jalan. Mana ada wanita sekarang yang mau sama laki-laki yang miskin seperti gue?

Gue sedikit sedih memikirkan hal tersebut dan gue sempat berfikir mengapa gue dilahirkan sebagai anak yang kurang mampu? Apakah dunia ini adil? Di tambah lagi ada yang menarik gas motornya sangat kuat ketika berteemu dengan gue di jalan menuju ke sekolah.

Faktor lainnya mengapa gue gak mempunyai sahabat adalah setelah lulus sma gue harus berhenti dahulu satu tahun untuk bisa lanjut kuliah. Hal ini di sebabkan oleh masalah biaya. Sebenarnya gue sangat ingin untuk kuliah tetapi apa daya tangan tak sampai. Teman-teman gue hampir 80% kuliah, sedangkan gue hanya di rumah dan tidak tau harus berbuat apa?

Jujur gue sangat frustasi dan stress karena gagal kuliah tahun ini, gue sering berfikir mengapa semua hal ini terjadi kepada gue. Gue lalu berfikir untuk tidak melakukan apapun di tahun ini dan hanya berdiam di rumah. Berdiam di rumah dalam artian bukan diam seperti patung, melainkan gue di rumah melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi pendidikan gue nantinya diantaranya dengan membaca, baik membaca buku maupun membaca artikel di internet. Dan juga menulis artikel untuk gue posting di blog.

Gue juga memantapkan bahasa inggrisku dengan cara mendengar musik-musik barat, kemudian mendownload liriknya sehingga mudah untuk dimengerti dan di pahami. Dan gue selalu berdoa di setiap sholat gue agar gue mendapat teman sejati yang akan menemani gue di saat susah maupun senang. Jujur gue nenulis postingan ini sambil menangis.. Hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s