Masih Anak Sudah Bikin Anak


image

Masih Anak Sudah Bikin Anak, mungkin itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan perilaku remaja saat ini. Pergaulan remaja saat ini memang bisa di bilang keluar dari batas kewajaran norma-norma, baik norma agama, norma hukum, norma kesopanan, maupun norma kesusilaan.

Para remaja saat ini cenderung mengikuti budaya barat, yang cenderung bertentangan dengan budaya Indonesia. Sangat banyak remaja saat ini yang masih berusia sekitar 13-16 tahun sudah pacaran, ditambah lagi dengan meminum Alkohol, maupun mengomsumsi Narkoba.
Para remaja yang seharusnya belajar mala hanya keluyuran gak jelas.

Cara pacaran remaja saat ini dan pada jaman dahulu sangatlah berbeda, pada jaman dahulu pacaran itu di awasi oleh orang tua sehingga tak mungkin untuk berbuat yang macam-macam, di tambah lagi pada jaman dahulu masih sangat kurang yang namanya kendaraan bermotor, maupun alat komunikasi. Lain halnya dengan sekarang, di era modernisasi seperti sekarang ini hampir semua orang mempunyai kendaraan bermotor, sehingga pacaran sekarang cenderung mengajak pacar keluar rumah dan jauh dari pengawasan orang tua sehingga, sangatlah mudah bagi remaja sekarang ini untuk melakukan seks bebas.

Hal-hal seperti itu tidak hanya terjadi di kota-kota besar melainkan juga di desa-desa terpencil sekaligus. Misalnya aja di Desa Liberia sangat banyak remaja yang sudah nikah padahal baru menginjak jenjang SMP. Itu terjadi karena remaja tersebut pacarannya sudah seperti suami istri, sehingga banyak remaja yang hamil diluar nikah. Hal tersebut mestinya tidak perlu terjadi bila ada pengajaran yang baik dan tegas dari orang tua.

Banyak orang tua yang salah mendidik anaknya seharusnya bila anak masih sekolah jangan di izinkan untuk pacaran. Karena bila anak yang masih sekolah sudah di bolehkan pacaran maka akan menggangu kegiatan belajar anak tersebut. Juga penggunaan Hp dan Laptop, orang tua harus selalu memeriksa atau mengawasi, karena biasanya di dalam Hp dan Laptop tersebut terdapat video-video pornografi atau semacamnya.

Apalagi dengan dunia internet yang sekarang ini semakin maju dan berkembang pesat, gambar-gambar dan video porno sangat mudah di dapatkan. Apabila sudah melihat yang seperti itu maka otomatis akan ketergantungan dan lama-lama akan mempraktekkannya.

Di Desa Liberia anak yang masih SD pun sudah pernah melihat video-video porno ataupun gambar porno. Video dan gambar porno tersebut sangat mudah di dapatkan dengan cara Bluetooth. Dari teman keteman, dari yang satu ke yang lainya, sehingga menyebar kesemua remaja-remaja tersebut. Bahkan ada yang sengaja mengoleksi video dan gambar tersebut.

Banyak remaja-remaja, khususnya remaja laki-laki yang sering berdiam diri di kamar, maupun di wc hanya untuk melihat video porno tersebut.
Dan bukan hanya melihat mereka juga sering Onani atau sering juga di sebut Main Sabun. Cara ini efektif untuk melampiaskan nafsu birahinya, dengan menambahkan sedikit sabun sebagai pelumas dan menghayalkan bersetubuh dengan seseorang sampai mengeluarkan air mani.

Bukan cuma itu para remaja juga sering meminum minuman keras, merokok, tawuran, judi, dan juga balapan liar. Bahkan ada juga yang sering mencuri, seperti mencuri ayam untuk dijadikan acara pada malam harinya. Memang kelakuan remaja pada saat ini bisa di bilang sangatlah bobrok.

Itulah penyebabnya saya malas atau bahkan tidak mau bergaul dengan teman-teman yang seperti itu, karena dapat menjerumuskan kita dalam lingkaran setan. Mereka tidak takut akan dosa yang mereka perbuat, mereka mala bangga dengan segala dosa-dosa yang mereka buat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s