Susahnya Punya Ibu Temperamental


image

Temparamental (emosional) adalah hal yang wajar di setiap diri manusia, tetapi bila tempramental itu di lampiaskan kepada anak sendiri apa jadinya?
Itulah yang terjadi pada gue alami sekarang ini.

Dari dulu memang ibu gue itu sering marah-marah gak jelas dan sering membesar-besarkan masalah yang hanya sepeleh. Biasanya yang ibu gue lakukan di waktu marah adalah menggedorkan pintu dengan sangat kuat dan menaruh barang dengan cara yang sangat kasar, sehingga menimbulkan suara yang ngilu di otak. Dan juga bila ibu gue marah adik gue juga menjadi sasaran biasanya sih dibentak-bentak dengan suara yang keras. Mungkin suara tersebut kedengeran sampai di rumah tetangga. Yang tahu hal ini hanya gue saja. Ayah, Kakek, Nenek, termasuk tetangga gue gak ada yang tau tentang hal yang gue alami ini.

Dan bukan hanya itu bila ibu gue marah masakan yang rasanya enak pasti di sembunyikan, niatnya biar gue gak memakan masakan tersebut. Masakan yang tidak enak di taruh di lemari atas (lemari yang biasanya tempat masakan) sedangkan masakan yang rasanya enak di sembunyiin di lemari yang sebelah bawah.

Hal-hal tersebut gak terjadi bila kakek dan nenek gue sedang ada di rumah, biasanya sih seminggu sekali baru pulang dari kebun yang berada di Tondok. Bila kakek dan nenek gue ada di rumah maka ibu gue tidak akan menyembunyikan masakan dan sudah tidak lagi marah-marah. Entah mengapa ibu gue berperilaku seperti itu? kayaknya sih ibu gue sedikit memiliki sifat munafik. Kemudian, bila kakek dan nenek gue pergi lagi ke kebun, maka seolah penyakit ibu gue kambu lagi. Bahkan pernah di saat gue makan gue dipelototi. Bahkan pernah juga di saat marah ibu gue membanting meja dan kursi plastik yang ada di kamar gue sampai hancur berantakan, tak luput juga dengan lemari mini plastik, semuanya hancur berantakan.

Cobah lho bayangin inikah yang harusnya dilakukan seorang ibu kepada anaknya? Dalam hati gue sungguh kecewah dengan sikap ibu gue tersebut. Setiap kali dia membanting pintuh, menaruh barang dengan sangat kasar, membuat hati gue terasa sakit dan sedih. Ibu gue juga sering menyindir gue dengan cara memarahi adik gue, tapi gue tahu bahwa kata-kata tersebut dimaksudkan ke gue.

Padahal gue adalah anak yang baik. Merokok pun gue gak pernah, meminum-minuman keras pun gue gak pernah, dan gue pun anak yang cukup cerdas dan religius. Tapi mengapa ini yang aku terima? Bahkan untuk sekedar beli pulsa pun gue gak pernah memintah kepada ibu gue.
Sehabis makan pun piringnya langsung gue cuci, pakaian pun gue cuci sendiri. Sebenarnya gue bingung apa yang membuat ibuku bersikap seperti itu?

Mungkin karena gue anak yang jarang atau tidak suka keluar rumah, dan hanya di kamar menghabiskan waktu gue untuk menulis dan membaca. Gue akui memang gue mempunyai masalah dalam pergaulan, gue merupakan anak yang kuper, cupu, sulit bersosialisasi, dan masih banyak kekurangan lagi kekurangan gue. Sungguh gue sangat merasa sedih dan sangat kecewah dengan kelakuan ibu gue sendiri.

Semoga dengan menuliskan artikel ini gue akan merasa lebih tenang dan dapat mengurangi rasa sakit di hai gue. Semoga dengan berjalannya waktu sikap ibu gue dapat berubah dan keluarga gue menjadi harmonis. Di setiap sholat gue selalu berdoa agar Allah SWT memberikan jalan terhadap masalah yang gue hadapi ini.

Di sini gue tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan sifat ibu gue, gue hanya ingin mengeluarkan unek-unek gue berdasarkan kenyataan yang gue alami di dalam hidup gue sampai sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s